Kamis, 03 Mei 2012

Hama Padi


Hama Pada Tanaman Padi :

1.    Wereng Coklat (Nilaparvata lugens)
Bagian padi yang diserang wereng cokelat adalah daun. Cara menyerangnya yaitu dengan menghisap cairan pada jaringan pengangkut tanaman padi. Wereng coklat dapat menimbulkan kerusakan ringan sampai berat pada semua fase tumbuh, fase pembibitan,fase anakan, fase susu (pengisian). Gejalanya yaitu daun menjadi kuning dan cepat kering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.
Pengendalian hama wereng cokelat dengan cara :
-       Penggunaan pestisida yang tepat
-       Bertanam padi secara serempak
-       Menggunakan varietas tahan wereng
-       Melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah

2.    Wereng Hijau (Nephotettix virescens)
Bagian padi yang diserang wereng hijau adalah daun. Cara menyerangnya yaitu dengan menghisap cairan dari dalam daun bagian tepi,tidak menyukai pelepah,ataupun daun-daun bagian tengah. Hama wereng hijau merupakan hama penyebar (vector) virus tungro yang menyebabkan penyakit tungro.Wereng Hijau menyebabkan daun-daun padi berwarna kuning sampai kuning oranye, penurunan jumlah anakan, dan pertumbuhan tanaman yang terhambat (memendek), di tempat bekas hisapan akan tumbuh cendawan jelaga, daun tanaman kering dan mati.
Pencegahan dan pengendalian hama wereng hijau adalah :
-       Melakukan penanaman secara serempak
-       Menggunakan varietas yang tahan wereng
-       Menyemprotkan pestisida

3.    Penggerek Batang (Tryporiza sp.)
Penggerek Batang adalah hama yang menimbulkan kerusakan dan menurunkan hasil panen secara nyata. Bagian padi yang diserang adalah batang padi dan pelepah daun. Cara menyerangnya yaitu dengan menyerang tanaman pada semua fase tumbuh, baik di fase pembibitan, anakan, maupun pembungaan.
Serangan yang terjadi pada fase vegetatif, daun tengah atau pucuk tanaman mati karena titik tumbuh dimakan larva penggerek batang. Pucuk tanaman padi yang mati akan berwarna coklat dan mudah dicabut (gejala ini biasa disebut Sundep). Apabila serangan terjadi pada fase generatif, larva penggerek batang akan memakan pangkal batang tanaman padi tempat malai berada. Malai akan mati, berwarna abu-abu dan bulirnya kosong/hampa. Malai mudah dicabut dan pada pangkal batang terdapat bekas gerekan larva penggerek batang (gejala ini biasa disebut Beluk).
Cara pengendalian hama penggerek batang adalah:
-            Menggunakan varitas tahan penggerek batang
-            Meningkatkan kebersihan lingkungan
-            Menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati
-            Membakar jerami
-            Menggunakan insektisida

4.    Walang Sangit (Leptocorixa acuta)
Bagian padi yang diserang walang sangit adalah buah padi yang masak susu. Kerusakan yang ditimbulkan walang sangit menyebabkan beras berubah warna menjadi coklat, mengapur , menyebabkan buah hampa, berkualitas rendah dan tidak enak, pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. Hal ini dikarenakan walang sangit menghisap cairan dalam bulir padi.
     Cara pengendalian hama walang sangit adalah:  Bertanam secara serempak,  Peningkatan kebersihan, Mengumpulkan dan memusnahkan telurMelepas musuh alami seperti jangkrik, Menyemprotkan insektisida

5.    Hama Ganjur (Pachydiplosis oryzae) 
Bagian padi yang diserang hama ganjur adalah Anakan padi. Cara menyerangnya terjadi sejak tanaman 
masih di pembibitan sampai tanaman mencapai fase primordia. Gejala khas ganjur adalah tunas padi yang 
tumbuh menjadi bentuk seperti pentil atau daun bawang, dengan panjang bervariasi, 15-20 cm . Anakan 
yang terserang ganjur tidak mampu menghasilkan malai. 
Pencegahan dan pengendalian hama ganjur adalah:
      - Dengan melakukan pembersihan sekitar lahan penanaman dari rumput dan padi liar yang dapat menjadi
      tempat persembunyian atau inang alternatif.
   Melakukan penanaman padi serempak dengan menggunakan varietas yang tahan hama ganjur
    - Menyemprotkan insektisida



6.    Ulat Grayak (Armyworm)
Hama ulat grayak menyerang tanaman dengan memakan daun dan hanya meninggalkan tulang daun dan batang. Larva ulat grayak menyerang tanaman padi sejak di persemaian sampai fase pengisian. Serangan akan parah saat musim kemarau dan tanaman kekurangan air. Untuk pengendaliannya dianjurkan menyemprot intektisida.


7.    Hama Putih (Nymphula depunctalis)
Bagian padi yang diserang hama putih adalah daun. Cara menyerangnya yaitu menyerang daun bibit, Kerusakan pada daun yang khas yaitu daun terpotong seperti digunting. Daun yang terpotong tersebut dibuat menyerupai tabung yang digunakan larva untuk membungkus dirinya.
Cara pengendalian hama putih adalah :
                                                              -        Dengan pengaturan air yang baik
-       Penggunaan bibit sehat
-       Menggugurkan tabung daun
-       Menyemprotkan insektisida

8.    Tikus Sawah (Rattus argentiventer)
Bagian padi yang diserang tikus sawah adalah seluruh tanaman padi. Cara menyerangnya yaitu merusak tanaman padi pada semua fase tumbuh dari semai hingga panen, bahkan sampai penyimpanan. Kerusakan parah terjadi jika tikus menyerang padi pada fase generatif, karena tanaman sudah tidak mampu membentuk anakan baru.
Pada serangan berat, tikus merusak tanaman padi mulai dari tengah petak, meluas ke arah pinggir, dan menyisakan 1-2 baris padi di pinggir petakan. Tikus sawah biasanya menyerang pada malam hari.
Cara pengendalian tikus sawah adalah:
-          -  Pergiliran tanaman, sanitasi, gropyokan
-          - Melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu
-          - Penggunaan pestisida dengan tepat, intensif dan teratur
-          - Memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras.

9.    Keong Mas (Pomacea canaliculata)
Keong mas merusak tanaman dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya, menyebabkan adanya bibit yang hilang per tanaman. Bila di sawah diketahui terdapat telur berwarna merah muda dan keong mas dengan berbagai ukuran serta warna, perlu dilakukan pengaturan air yang baik dan tepat karena keong mas menyenangi tempat-tempat yang digenangi air.
Bila diperlukan, penyemprotan pestisida juga dapat dilakukan di sawah yang tergenang, di cekungan-cekungan yang ada airnya tempat keong mas berkumpul.

10.    Burung (Lonchura spp.)
Burung menyerang tanaman pada fase masak susu sampai padi dipanen. Burung akan memakan langsung bulir padi yang sedang menguning sehingga menyebabkan kehilangan hasil padi secara langsung. Selain itu burung juga mengakibatkan patahnya malai padi. Cara pengendalian hama burung diantaranya adalah dengan menjaga lahan dengan menempatkan orang-orangan sawah untuk mengusir burung, menanam secara serentak, jangan menanam dan memanen diluar musim agar tidak dijadikan sebagai sumber makanan serta kendalikan habitat/sarang burung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar